Menganalisis Unsur- Unsur Semiotika Dalam Iklan Masyarakat Stop Bullying - Universitas Bhayangkara Jakarta Raya - Fakultas Ilmu Komunikasi
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 .1 Latar
Belakang
Iklan
masyarakat sering kali dibuat guna sebagai pengingat untuk masyarakat yang
melihat iklan tersebut. Alasan saya memilih iklan masyarakat tersebut adalah
untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak yang terjadi pada kasus
bullying.
Bullying
merupakan suatu bentuk tindakan agresif
yang dilakukan seseorang dengan sengaja dan berulang kali dengan tujuan untuk
melukai atau mengakibatkan ketidaknyamanan pada orang lain.
Selain mengakibatkan ketidaknyamanan dan luka fisik, korban juga dapat
mengalami luka batin seperti trauma ketika bertemu orang banyak.
Kasus
bullying sering sekali terdengar dikalangan masyarakat dan tidak hanya remaja
yang melakukan aksi bullying tersebut, bahkan anak kecil yang duduk di sekolah
dasar dapat melakukan aksi bullying tersebut. Beberapa dari mereka melakukan
karena adanya rasa egois yang terdapat pada diri sendiri egativ juga hanya
mengikut temannya membully tanpa tau masalah yang terjadi.
Faktanya kasus bullying ini masih sering terjadi pada lingkungan sekolah dan lingkungan kerja. Bullying tersebut dapat membunuh korban secara perlahan, seperti membunuh hak, kewarasan, kesehatan mental, dan kebahagiaan korban dan ketika bullying itu di diamkan semakin banyak pelaku yang mencoba melakukan bullying terhadap korban lainnya.
Aksi bullying sendiri dapat menimbulkan beberapa dampak yang tentunya dampak egative, seperti gangguan kesehatan mental, trauma bertemu dengan orang banyak, rasa tidak percaya diri, merasa tertekan atas, dan juga memiliki kemungkinan untuk melakukan bunuh diri karena disebabkan oleh depresi berat.
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT

Sumber
: https://pin.it/66txAfy
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Pengertian Iklan
Pada
dasarnya iklan merupakan sarana komunikasi yang digunakan komunikator dalam hal
ini perusahaan atau produsen untuk menyampaikan informasi tentang barang atau
jasa kepada public melalui suatu media massa. Iklan dibuat dengan tujuan yang
sama yaitu untuk memberi informasi dan membujuk para konsumen untuk mencoba
atau mengikuti apa yang ada di iklan tersebut, dapat berupa aktivitas
mengkonsumsi produk dan jasa yang ditawarkan. Jika dilihat dari artinya iklan
berbeda dengan periklanan, dimana iklan adalah sebagai pesan yang disampaikan
kepada konsumen baik secara lisan atau dalam penglihatan.
Iklan
juga merupakan salah satu bentuk promosi yang paling dikenal dan paling banyak
dibahas oleh masyarakat, hal ini kemungkinan karena daya jangkau pada iklan digital
sangat luas sehingga dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. Menurut Cravens
dan Piercy 2013) menyatakan iklan terdiri atas segala bentuk komunikasi
nonpribadi mengenai organisasi, produk, jasa, atau ide yang dibayarkan oleh
sponsor tertentu. Sponsor melakukan pembayaran untuk komunikasi melalui satu
atau lebih bentuk media.
Adapun tujuan iklan tersebut sebagai media untuk
mengenalkan suatu produk, jasa, dan layanan masyarakat untuk menarik perhatian khalayak
tentang keberadaan produk, jasa, dan layanan masyarakat agar tercapainya tujuan
dari iklan tersebut, seperti membeli produk dan jasa yang ditawarkan,
mengetahui informasi sosial, dapat mengetahui informasi serta cara cara yang
dapat dilakukan oleh masyarakat awam.
2.2 Pengertian Periklanan
Periklanan adalah penggunaan media untuk memberitahukan kepada konsumen tentang sesuatu dan mengajak mereka melakukan sesuatu. Dari mata seorang konsumen, iklan merupakan suatu sumber informasi atau hanya suatu bentuk hiburan. Sedangkan pandangan sosial iklan adalah suatu bentuk jasa suatu kelompok masyarakat. Secara umum iklan membantu menjelaskan akan suatu produk, sedangkan bagi perusahaan itu sendiri iklan merupakan suatu alat pemasar yang sangat penting bagi perusahaan.
Menurut
Monle Lee dan Carla Johnson (2004). Periklanan adalah komunikasi komersil dan
nonpersonal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransaksikan
ke suatu khalayak target melalui media bersifat massal seperti egative, radio, egat
(surat kabar), majalah, direct mail (pengeposan langsung), reklame luar
ruangan, atau kendaraan umum.
Tujuan periklanan menurut Kotler dan Keller (2012) menyatakan bahwa tujuan periklanan berkaitan dengan tugas komunikasi yang spesifik yang dilaksanakan berdasarkan khalayak spesifik dalam periode waktu yang demikian spesifik. Berdasarkan klasifikasi tujuan primer periklanan dapat sebagai memberikan informasi, membujuk, atau pengingat. Komunikasi tidak langsung merupakan komunikasi yang dilakukan tanpa adanya interaksi langsung antara komunikator dan komunikan. Pesan iklan dengan metode komunikasi tidak langsung dapat disampaikan melalui media massa, seperti televisi, radio, koran, majalah, internet, dan sebagainya. Target pasar merupakan sekelompok orang yang menjadi sasaran iklan. Target pasar biasanya ditentukan berdasarkan faktor-faktor demografis, seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan penghasilan.
2.3
Teori Semiotika
Semiotika,
ilmu tentang tanda- tanda yang telah lahir pada akhir abad ke-19 dan awal abad
ke-20. Akan tetapi, ilmu ini baru berkembang mulai pada pertengahan abad ke 20.
Meskipun pada akhir abad ke-20, dalam bidang penelitian sudah ada teori-teori
sastra yang baru seperti sosiologi sastra, teori dan kritik feminis,
dekonstruksi, dan estetika resepsi, tetapi semiotika menduduki posisi dominan
dalam penelitian sastra.
Semiotika berasal dari bahasa yunani
yaitu artinya “tanda” yangan mengandung “sinyal” berarti semiotika dikenal
sebagai bahasa,kode,tanda dan unjaran manusia.Artinya “simeon” yang
berarti tanda. Sementara itu, kata “semiotika” juga dapat
merupakan penurunan kata Bahasa Inggris, yakni “semiotics”.
Kajian
semiotika membedakan dua jenis semiotika, yakni semiotika komunikasi dan
semiotika signifikasi (Eco dan Hoed dalam Sobur, 2003). Semiotika komunikasi
menekankan pada teori tentang produksi tanda yang salah satu diantaranya
mengasumsikan adanya enam faktor dalam komunikasi, yaitu pengirim, penerima
kode (sistem tanda), pesan, saluran komunikasi, dan acuan (hal yang
dibicarakan) serta memberikan tekanan pada teori tanda dan pemahamannya dalam
suatu konteks tertentu. Semiotika signifikasi tidak mempersoalkan adanya tujuan
berkomunikasi. Yang diutamakan adalah segi pemahaman suatu tanda sehingga
proses kognisinya pada penerima tanda lebih diperhatikan dari pada proses
komunikasinya.
Menurut
Saussure (1993:82), semiotika adalah ilmu yang menelaah peran tanda sebagai
bagian dari kehidupan sosial, seperti ilmu yang meneliti hakikat tanda dan
hokum yang mengatur tanda. Terlihat jelas bahwa tanda sebagai bagian yang tidak
dapat terpisahkan dari kehidupan sosial manusia.
Sementara itu, menurut Mansoer Pateda (dalam Rusmana,2005) macam-macam semiotika, yaitu sebagai berikut :
1. Semiotika analisis
Semiotika yang menganalisis sistem tanda. Peirce menyatakan bahwa semiotika berobjekkan tanda dan menganalisisnya menjadi ide, objek, dan makna.
2. Semiotika deskriptif
Semiotika
yang memperhatikan sistem tanda yang dapat dialami oleh setiap orang, meskipuun
ada tanda yang sejak dahulu tetap seperti yang disaksikan sekarang.
3.
Semiotika
sosial
Semiotika yang khusus menelaah sistem tanda yang dihasilkan oleh manusia berwujud lambing, baik lambing berwujud kata ataupun kalimat.
BAB III
ANALISIS IKLAN
1.1 Definisikan Objek Iklan
Iklan masyarakat ini merupakan iklan yang memiliki fungsi dan tujuan untuk memberikan kesadaran terhadap masyarakat akan kasus bullying yang terjadi di Indonesia. Iklan layanan masyarakat dapat menjelaskan pengertin bullying secara singkat. Misalnya, iklan tersebut dapat menjelaskan bahwa bullying adalah tindakan kekerasan yang dilakukan secara berulang ulang oleh seseorang atau sekelompok orang yang lebih lemah.
Salah satu fungsi Iklan masyarakat yaitu menjelaskan dampak bullying terhadap korban, pelaku dan lingkungan sekitar, sehingga masyarakat dapat berfikir kembali dan berhati-hati sebelum melakukan segala bentuk komunikasi kepada orang lain baik secara tatap muka (langsung) maupun secara virtual (tidak langsung).
Secara umum, objek iklan layanan
masyarakat tentang kasus bullying dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
Ø
Objek Informatif
Objek
yang memberikan informasi tentang bullying, seperti pengertian, dampak, dan
cara untuk mencegahnya kasus bullying yang terjadi di Indonesia.
Ø
Objek Negative
Objek yang mengajak masyarakat untuk tidak melakukan bullying atau untuk membantu korban bullying.
Pemilihan objek iklan layanan masyarakat tentang kasus bullying harus disesuaikan dengan target audiens yang ingin dicapai. Misalnya, jika target audiensnya adalah anak-anak, maka objek iklannya harus dibuat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh anak-anak. Namun jika target audiens remaja dan orang dewasa, maka bahasa yang digunakan harus singkat tetapi tepat pada sasaran sehingga audiens tidak melewatkan informasi pada iklan masyarakat tersebut karena terlalu panjang.

Objek pada iklan diatas adalah sebuah anak
yang meminta tolong untuk berhenti melakukan bullying, secara objek informatif
sendiri sudah mencakup pada gambar tersebut dimana adanya cara mencegah dan
dampak yang ada di dalam poster iklan masyarakat tersebut sehingga masyarakat
menjadi lebih berfikir secara jangka panjang ketika melakukan komunikasi baik
secara tatap muka (langsung) maupun virtual (tidak langsung).
Selain objek informatif dan negative ada juga yang dimaksud dengan denotatif dan konotatif. Konotasi adalah sebuah kata yang mengandung makna kias atau bukan kata sebenarnya, sedangkan denotasi merupakan sebuah kata yang memiliki arti yang sebenarnya dan apa adanya seperti yang sehari-hari kita gunakan.
Objek konotasi pada iklan diatas adalah
“don’t bully, be a friend” yang menjadikan kata kiasan karena tidak semua
korban dari bullying tersebut dapat dengan mudah menerima pelaku berada di
sekitarnya, sehingga kata tersebut menjadi sebuah kiasan semata saja.
Sedangkan objek denotative pada iklan diatas adalah “stop bullying” yang bertujuan untuk memerintah para pelaku untuk berhenti melakukan aksi bullying tersebut sehingga tidak ada korban –korban selanjutnya dari aksi bullying tersebut.
1.1 Menganalisis
isi teks dalam iklan
Ø
Analisis isi teks berdasarkan kiasan
Iklan layanan masyarakat tentang kasus
bullying ini bertujuan untuk menjadikan sebut pengingat kepada seluruh
masyarakat bahwa bullying merupakan tindakan yang harus diberhentikan karena
dapat menimbulkan banyak dampak negative yang terjadi kepada korban.
Kasus bullying sendiri juga dapat mengancam keselamatan, kesehatan mental, serta tingkat kepercayan diri yang terus menurun jika aksi bullying tetap berlangsung.
Ø Pada teks ”don’t bully, be a friend”

Arti kata kiasan pada teks Stop Bullying “don’t
bully, be a friend” yaitu sebagai berikut :
·
Stop
Bullying sebagai bentuk perintah kepada masyarakat untuk berhenti melakukan
aksi bullying yang sangat merugikan korban dan orang lain.
·
Don’t
bully sebagai suatu peringatan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aksi
bullying yang sangat merugikan orang lain.
· Be a friend sebagai ajakan kepada masyarakat untuk memperbanyak teman daripada musuh.
Secara teks kiasan pada kata “Stop
Bullying” dapat diartikan sebagai bentuk perintah “berhenti membuly karena itu
sangat merugikan korban dan orang sekitar” dan pada kata kiasan “don’t bully”
dapat diartikan sebagai bentuk peringatan “jangan sesekali melakukan aksi
bullying terhadap orang lain” sedangkan
pada kata “be a friend” dapat diartikan sebagai ajakan “daripada memperbanyak
lawan, lebih baik memperbanyak teman”
Dalam iklan masyarakat tersebut kata “Stop Bullying” memiliki arti bahwa aksi bullying ini adalah suatu kasus yang sangat merugikan banyak pihak dan harus di hentikan, karena apabila tidak di hentikan makin banyak pelaku yang ikut membully dengan motif yang makin beragam, seperti mempunyai dendam, ikut-ikutan karena berteman dengan pelaku lain, hingga hanya sekedar rasa penasaran yang ada pada diri sendiri.
Arti kata Stop Bullying “don’t bully, be a
friend’ sebagai kata non kiasan, yaitu sebagai berikut :
·
Stop
Bullying artinya berhenti lakukan bullying
· Don’t bully artinya jangan melakukan bullying
· Be a friend artinya mengajak untuk berteman jangan menjadikan seseorang sebagai musuh.
Pada teks ”Stop Bullying ‘don’t bully, be a friend” merupakan sebuah ajakan kepada masyarakat untuk berhenti melakukan bullying karena bullying dapat merugikan korban, orang lain, dan juga diri sendiri. Hal ini di dukung oleh beberapa penelitian bahwa kasus bullying sendiri sudah memakan banyak korban, seperti gangguan kesehatan mental, cedar secara fisik, hingga pada resiko terjadinya percobaan bunuh diri karena tidak bisa menahan semua tindakan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban.
Ø Pada teks Social Bullying

Pada teks “social bullying” memiliki arti bullying yang dilakukan secara mengucilkan atau intimidasi sosial. Kata kiasan pada social bullying ini dapat di artikan sebagai bentuk peringatan salah satu macam bullying yang dapat dilakukan.
Pada arti kata non kiasan social bullying
dapat di artikan sebagai bentuk bullying yang dilakukan oleh pelaku baik secara
langsung ataupun lewat media. Bentuk bullying ini merupakan jenis
tindakan bullying yang
tidak mudah untuk dideteksi. Dampak yang diterima dari social bullying ini
adalah korban yang mengalami akan lebih sering terlihat murung dan menyendiri
karena kurangnya rasa percaya diri dan takut untuk bertemu orang banyak.
Ada
beberapa penyebab seorang dapat mengalami social bullying,yaitu sebagai berikut :
Ø
pelaku
merasa iri dengan korban
Ø
korban
memiliki kelemahan dalam bersosialisasi
Ø
kebiasaan
kurang baik yang dilakukan oleh korban sehingga menjadi bahan bully.
Ø Pada teks physical bullying

Pada teks “physical bullying”
memiliki arti kiasan sebagai pemberitahuan salah satu kasus bullying yang
paling sering ditemukan oleh masyarakat, karena dilakukan secara kontak fisik
antara pelaku dan korban. Secara
keseluruhan, teks “physical bullying” berperan sebagai pencitraan yang kuat
untuk menyampaikan macam macam bullying yang ada di Indonesia. Kiasan ini juga
dapat menjelaskan dampak yang diberikan oleh pelaku physical bullying yang
dapat menyebabkan dampak egative kepada korban.
Perlu
di ingat bahwa pada teks “physical bullying “ merupakan salah satu contoh kata
kiasan yang digunakan dalam iklan layanan masyarakat tersebut untuk membuat
poster iklan tersebut menjadi menarik. Ada banyak cara lain untuk menggambarkan
macam macam bullying dan masing masing mempunyai dampak emosional yang berbeda.
Pada arti kata non kiasan physical
bullying merupakan aksi bullying yang dilakukan
pelaku menggunakan tindakan fisik untuk menindas seseorang yang dijadikan
korban. Pelaku biasanya memiliki fisik yang lebih kuat dan bertindak lebih
agresif daripada teman-temannya, pada kasus physical bullying cenderung
dilakukan oleh laki-laki.
Physical bullying yang biasa
dilakukan pelaku terhadap korban di antaranya adalah Memukul, mencekik, menyikut, menendang, menggigit,
dan masih banyak lagi. Physical bullying ini juga dapat dilakukan oleh anak
kecil karena emosional pada anak kecil tersebit belum stabil sehingga masi
melakukan melukai fisik ketika sedang emosi terhadap teman, seperti memukul
atau menyubit.

Cyber Bullying biasa terjadi sekitar kita dan tidak dapat untuk dipungkiri karena hal ini terjadi setiap saat. Menurut analisis saya. Agument ini cukup valid karna disosial media terutama di instagram banyak sekali konten konten yang menertawakan atau menjatuhkan orang lain. Seperti halnya orang yang keterbelakangan mental. Itu bisa jadi bahan tertawaan semua orang yang melihatnya. Dalam kasus ini seharusnya konten konten yang terupload bisa dikurasi terlebih dahulu karna hal ini sensitive sekali, jika ada oknum yang tidak terima akan menjadi masalah baru untuk sebagian orang walaupun hal ini kasarnya terbilang (receh) 80% konten yang ada itu lebih kearah menjatuhkan orang lain yang memicu terjadinya bullying. Untuk menhindari hal ini tentu sangatlah sulit, karna ada kebebasan berkarya atau tidak ada filter untuk sebuah konten konten yang ada. Bukan hanya itu, hal yang lain pun bisa terjadi.
Seperti halnya dikalangan GEN Z, kebanyakan kaum remaja sekarang tidak bisa melihal hal hal yang menurut mereka untuk atau bisa jadi bahan tertawaan contoh :
Ø Keterbelakangan mental
Ø Kaum kelas rendah
Ø Tuli
Ø Cacat
Ø Autisme
Ø Cara bicara yang meninggi atau
berlebih
Dari contoh contoh diatas, kurang
lebih seperti demikian hal ini akan memicu mental health yang akan mengganggu
pikiran orang orang yang mengalami bullying. Bisa terjadi kekerasan dan akan
memicu kematian karna memberontak atau melawan. Karna kekerasan dalam bullying
sulit sekali untuk dihindari ada pepatah seperti ini “Yang Lemah Yang Tertindas” karna manusia seperti demikian pola
fikirnya mereka cendurung tidak memikirkan orang lain yang terbully! Mereka
hanya memikirkan kesenangan semata. Oleh karna itu antisipasi yang harus kita
perbuat seperti :
Ø Bercerita dengan orang yang dipercara
: untuk meringankan beban fikiran dan membantu mencari solusi. Dengan becerita
mungkin akan menemukan cara untuk diterima dikalangan / lingkungannya
Ø Laporan Bulliying kepada pihak
berwajib : jika terjadi kekerasan terhadap bullying lebih baik melapor segera
agar dapat ditindak lanjutin kasus tersebut
Ø Jangan berdiam diri : Jika kamu
melihat seseorang terbully jangan berdiam diri pribadi kita harus bisa
menghentikan bullying tersebut.
Dan
berikut beberapa tips edukasi untuk tidak terjadinya bullying dikalangan muda
atau anak anak
Ø Ajarkan kepada anak muda untuk menghormati orang lain karna bullying adalah perbuatan tercela
Ø Beri contoh yang baik: kita sebaga menerus harus bisa memberi contoh yang baik terhadap lingkungan kita. Karna dari lingkungan bullying itu hadir, faktor lingkungan yang kurang baik kita harus memberikan contoh agar lingkungan kita menjadi sehat
Ø Bicaralah kepada anak atau mengedukasikan bullying : penting bagi sebagian orang tua untuk mengedukasi anak agar anak tetap aman dan terhindar dari bullying. Karna dengan menjaga diri anak akan lebih safe dan tidak menjadikan anak introvert
Ø Buat lingkungan yang sehat : seperti halnya diatas, lingkungan sehat adalah solusi terbaik untuk menghindari hal negative seperti bullying.
Bersama sama kita menciptakan hidup sehat tanpa bullying kurang lebih yang saya jelasan, lingkungan sehat itu penting dan yang terpentik adalah edukasi terhadap anak agar anak tidak melakukan hal yang tercela tersebut karna tidak baik untuk kita dan orang lain yang menjadi korban.
Ø Pada teks verbal bullying

Verbal bullying merupakan tindakan menindas yang dilakukan dengan cara menghina, mengejek panggilan nama, dan jenis tindakan verbal lainnya. Verbal bullying ini sering juga dilakukan melalui perantara media sosial. Pada kasus verbal bullying ini tidak hanya terjadi pada anak anak, tetapi juga dialami oleh remaja dan orang dewasa.
Sering sekali orang dewasa melakukan verbal bullying Karena mengatakan kritik yang bersifat mengintimidasi verbal yang kurang baik. Biasanya hal ini cenderung terjadi dikalangan remaja dan dewasa. Karna perbedaan pendapat manusia akan mencela dan mencaci melalu media media tertentu seperti di sosial media instagram contohnya, banyak sekali disini orang orang membully kesalahan atau kebodohan seseorang tanpa tau hal info yang valid. Semua orang menjadi sepihak dan main hakim sendiri. Oleh karna itu hal ini harus dihindarkan karna bullying secara verbal itu sama saja tebar kebencian terhadap orang lain. Hinaan dengan menggunakan kata kata binatang kerap terjadi di lingkungan kita. Memang sulit mengedukasi orang orang sekitar kita akan edukasi dilingkungan tapi hal itu bisa dicegah, dengan menerapkan sifat sifat yang baik dan pola fikir kritis, karena tidak semua orang mengucap A itu benar kita harus bisa menganalisis dan menilai diri seseorang dengan melihat gesture dan cara bicara seseorang yang dianggap “FAKE” atau faktor HOAX, karna hal ini sangatlah tidak patut untuk dilakukan apalagi secara verbal. Mental bisa terganggu dan akan menimbulkan kekesalan yang diri yang mengakibatkan perkelahian. Oleh karena itu pertama tama yang harus kita teliti dan nilai adalah :
Ø
Sebelum
mengkritik koreksi diri kita terlebih dahulu apakah kita sudah lebih baik dari
orang yang akan kita kritik atau tidak
Ø Mengenal diri orang lebih dalam agar kita bisa melihat gestur lebih dalam
Ø Tidak cepat mengambil kesimpulan untuk menjudge seseorang karna tidak semua orang itu sama
Ø Cari bukti yang valid sebelum menilai sesuatu dan dipikir panjang terlebih dahulu
Penting juga untuk diingat bahwa bullying verbal adalah bentuk pelecehan, dan itu tidak pernah boleh dibiarkan begitu saja. Jika kamu, melihat seseorang menjadi korban bullying verbal, kamu dapat membantu dengan melaporkan hal tersebut sebagai platform media sosial dan aplikasi perpesanan memiliki prosedur pelapor yang ada. Kita harus membela jika terbukti benar karna hal ini tidak bisa dibiarkan. Dan jangan mendorong orang lain untuk menjadi provokator agar mendukung menebar kebencian terhadap korban. Mari kita bersama sama dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi semua orang dan mencegah bullying.
Ø 3 tips to prevent
bullying :

Pada teks diatas
merupakan sebuah cara untuk mencegah terjadinya sebuah bullying, cara ini dapat
digunakan oleh semua masyarakat mulai dari anak anak hingga dewasa. Beberapa
cara untuk mencegah terjadinya menjadi korban bullying, yaitu sebagai berikut :
1. Meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian
2.
Berkumpul bersama teman-teman yang mempunyai pengaruh positif
3. Berani mengatakan tidak
Meningkatkan percaya
diri, cara ini dinilai cukup efektif karena dengan kita percaya diri kita tidak
akan menjadi bahan bercandaan yang berujung menjadi korban bullying, akan
tetapi kita tersendiri juga tidak bisa melakukan kebiasaan kebiasaan aneh yang
bisa dijadikan bahan lelucon oleh teman teman karena dengan melakukan kebiasaan
aneh membuat pelaku semakin bersemangat untuk membully korban, mulai dari bully
secara verbal hingga sampai pada physical bullying.
Berkumpul bersama teman teman yang
mempunyai pengaruh positif juga mempengaruhi lingkungan yang akan hadir di
sekitar kita, jika kita bermain dengan orang orang yang mempunyai pengaruh
positif maka lingkungan kita juga menjadi positif, contohnya dengan kita
berteman dengan orang orang yang mempunyai pengaruh positif itu bisa menekan
aksi bullying karena tidak ada rasa ingin melakukan bullying terhadap teman
tetapi membangun rasa perduli terhadap teman, seperti seorang teman
mengingatkan ketika salah satu temannya melakukan kegiatan yang kurang baik
sehingga dengan adanya rasa perduli itu bisa menekankan aksi bullying di
sekitar mereka. Cara ini efektif untuk menekankan angka kasus bullying karena
dengan melakukan berteman dengan orang orang yang mempunyai pengaruh positif dapat
membangun lingkungan yang sehat.
Berani berkata tidak merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan. Banyak korban bullying yang tidak berani berkata tidak ketika di bully secara social bullying yang menyebabkan mereka semakin menjadi sasaran para pelaku bullying karena tidak berani mengatakan tidak ketika di bully.
Banyak contoh pada
kasus bullying yang dimana korban tidak berani berkata tidak sehingga pelaku
tidak semakin merasa bahwa diri mereka menang terhadap orang tersebut. Jika kita
tidak berani berkata tidak maka aksi bullying itu semakin meningkat, seperti
dari verbal bullying menjadi social bullying kemudian menjadi physical
bullying, dan seterusnya. Sehingga itu menyebabkan lingkungan menjadi tidak
sehat.
Secara umum cara untuk
mencegah terjadinya bullying masih banyak sekali cara lainnya, tetapi dengan
tiga cara diatas merupakan cara yang paling gampang untuk di lakukan oleh semua
kalangan mulai dari anak anak hingga orang dewasa. Ketika kita dapat menerapkan
cara cara diatas terhadap diri sendri, memungkinkan secara garis besar bahwa
tindakan bullying itu tidak akan terjadi sehingga hal tersebit dapat menekankan
angka pada aksi bullying yang ada di Indonesia.
Penting juga untuk diingat bahwa bullying adalah bentuk penindasan yang dalam kiasan adalah membunuh secara perlahan, dan itu tidak pernah boleh dibiarkan begitu saja. Jika kamu, melihat seseorang menjadi korban bullying, kamu dapat membantu dengan melaporkan hal tersebut sebagai platform media sosial dan aplikasi perpesanan memiliki prosedur pelapor yang ada. Kita harus membela jika terbukti benar karna hal ini tidak bisa dibiarkan. Dan jangan mendorong orang lain untuk menjadi provokator agar mendukung menebar kebencian terhadap korban. Mari kita bersama sama dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi semua orang dan mencegah bullying.
3.1 Mengelompokkan teks dan citra yang ada berdasarkan simbol, indeks dan ikon
1. Berdasarkan simbol

Simbol pada poster
tersebut menunjukan simbol visual berupa gambar ponsel dengan berbagai macam
emoji yang melambangkan bahwa ponsel dapat membawa pengaruh buruk jika
disalahgunakan. Pemaknaan tanda seru “!” dapat memberikan makna bahwa pengguna
ponsel harus berhati-hati dalam menggunakan gadget, hal tersebut menjadi warning terhadap audiens untuk menjadi
pengguna gadget yang bijak.
Kita harus
berhati-hati dalam penggunaan gadget, jangan sampai menjadi pelaku Cyberbully
ataupun menjad korban Cyberbully. Keduanya dapat menjadi dampak buruk terhadap
kehidupan.
Dalam gadget tersebut dimaknai lagi dengan latar belakang warna merah. Dalam semiotika, warna merah sering kali dikaitkan dengan makna intensitas, keberanian, dan bahaya. Warna merah sering digunakan untuk mengekspresikan emosi kuat dan menarik perhatian. Namun, inerpretasi warna dapat bervariasi tergantung pada konteks spesifik penggunaannya.
Dalam konteks ini penggunaan warna merah terkait dengan kasus Cyberbully. Simbol ini dapat memperkuat pesan anti-cyberbullying dengan menekankan pesan terancam atau ancaman, pesan kematian, kesedihan bahkan penghancuran reputasi. Simbol yang diberikan juga memiliki ikon gadget yang digunakan untuk memperjelas konteks bully.
2. Berdasarkan indeks
Indeks adalah jenis tanda yang mengarah pada sesuatu atau
orang berdasarkan keberadaannya atau lokasi dalam ruang dan waktu. Luka
merupakan indeks sebagai luka yang disebabkan oeh bullying tersebut. Kata stop
dapat diartikan untuk meminta pertolongan kepada masyarakat lainnya.
Simbol simbol lainnya seperti orang sedang melakukan pembullyan merupakan salah satu arti bahwa kasus bullying dapat dilakukan dalam bentuk apa saja dan juga memberi dampak buruk atau permasalahan lain yang akan timbul seiring berjalannya waktu.
Indeks-indeks tersebut memperkuat suatu argumen dan menggugah bagi para penonton iklan tersebut. Tujuannya adalah agar masyarakat yang melihat iklan tersebut dapat termotivasi untuk berhenti dan untuk yang tidak melakukan agar tidak mencoba aksi bullying tersebut, selain itu tujuan dari iklan ini adalah agar masyarakat tersebut berani untuk melapor ketika melihat adanya kejadian bullying disekitar masyarakat.
3. Berdasarkan simbol
Simbol merupakan
salah satu tanda yang berpacu secara semena dan konvensional. Secara umum semua
teks adalah simbol, namun berbagai penanda lainnya seperti bunyi, bentuk, dan
lainnya juuga dapat diartikan sebagai simbol.
Seperti pada iklan
diatas, luka memar pada anak kecil tersebut dapat diartikan sebagai pertanda
akan dampak yang didapat oleh korban ketika mendapat bullying oleh orang orang
disekitar.
Simbol anak kecil
pada poster tersebut dapat diartikan bahwa korban dari bulying secara umum
adalah anak anak, karena kurangnya edukasi pada anak.
Secara garis besar simbol yang dapat diartikan dari iklan tersebut adalah seperti diatas,tetapiperlu di ingat bahwa tanda lain masi banyak.
3.4 Generalisasi
Secara garis besar, generalisasi adalah proses penalaran yang
dilakukan oleh penulis untuk membentuk suatu kesimpulan secara umum melalui
suatu kejadian, iklan, dan sebagainya.
Iklan masyarakat terhadap kasus bullying ini adalah iklan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekitar masyarakat tersebut.Iklan ini dapat menggunakan berbagai macam tanda seperti ikon, indeks, dan simbol untuk memberikan kesan yang kuat dan menarik perhatian bagi penikmat iklan tersebut.
BAB IV
KESIMPULAN
Bullying adalah perilaku kekerasan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah. Bullying dapat dilakukan secara fisik, verbal, atau emosional. Bullying dapat terjadi di mana saja, termasuk di sekolah, di tempat kerja, atau di lingkungan masyarakat.
Iklan layanan masyarakat tentang bullying bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah bullying iklan layanan masarakat dapar digunakan untuk sarana edukasi. Seperti halnya:
-Menjelaskan
apa itu bullying
-meningkatkan
kesadaran masyarakat tentang bullying agar hal ini tidak terjadi
-mengajak masyarakat untuk melawan bullying
Karna hal ini bukan perilaku terpuji,
manusia diciptakan tuhan dengan sempurna bukan untuk dibully tetapi untuk
saling menghargai 1 sama lain
Layanan
Masyarakat ini, bisa menjadi media untuk menyampaikan suatu pesan yang
terselehubung mengenai bullyinng atau hal lainnya. Yang disampaikan juga jelas
tepat dan padat . Tidak perlu berbelit tapi masyarakat tau dan mengerti makna
dan tujuannya
ILM tentang bullying dapat menjadi sarana yang penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah bullying. Dengan ILM ini, masyarakat dapat lebih memahami masalah bullying dan dapat berperan aktif dalam mencegah terjadinya bullying. Mari kita tunjun tunjung tinggi gerakan anti bullying agar lingkungan kita sehat dan aman.
DAFTAR PUSTAKA
Nazaruddin, Kahfie (2015). Pengantar Semiotika,
Nazaruddin, Kahfie, Pengantar Semiotika. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Morissa,M.A (2010). Periklanan : Komunikasi pemasaran
terpadu, Morissan, M.A, Periklanan : Komunikasi Pemasaran Terpadu (pp.173) Jakarta: Kencana.
Mantap👍
BalasHapussangat bermanfaat, keren
BalasHapuswow wawasan saya jadi bertambah luas
BalasHapuskerenn
BalasHapusbaguss
BalasHapussangat inspiratif
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapusterimakasih infonya, mudah dipahami 👍
BalasHapusBoleh pinjam 100?
BalasHapuswow sangat bermanfaat
BalasHapuskereeennn
BalasHapusbener2 bikin kita aware sm dampak bullying
BalasHapusmakasii atas informasinya
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapusWaw topik yang menarik dan sangat relate dengan keseharian good luck shaqii
BalasHapuswow menambah wawasan saya terhadap dampak bullying
BalasHapuskeren
BalasHapussangat bermanfaat, keren!!
BalasHapusWow sangat bermanfaat, jadi kita lebih mengetahui cara mencegah bullying👏🏻
BalasHapuskeren sekali,menambah wawasan dan knowledge saya tentang bullying seperti dampak dan cara pencegahannya 👏🏻
BalasHapusMasya Allah, bermanfaat banget.. semangat terus yaa
BalasHapusKeren banget
BalasHapusjangan pernah berhenti berkarya anak muda
BalasHapusMasya allah goodluck dan sukses jangan pernah berhenti berkarya
BalasHapusAjib pokoknya mah
BalasHapusdapat ilmu baruu, kerenn!!! semangat shaqiii!!! :D
BalasHapusMudah dipahamii untuk penjelasannya, semoga semakin banyak yang sadar akan bahaya bullying.
BalasHapusokeee bangettttt
BalasHapus3 tips to prevent bullying bakal aku aplikasiin di keseharian. bermanfaat banget, makasi ya!
BalasHapussangat bermanfaat dan keren👍👍
BalasHapusmantaapp, sangat bwemanfaat ka
BalasHapussangat bermanfaat👍👍
BalasHapuswiii informatifff, kerennn
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapuswiih mantaap sekalii
BalasHapuswah sangat bermanfaat sekali informasi nya
BalasHapuskeren sekalii sangat bermanfaat
BalasHapusTopik yang diangkat sangat menarik, dan cocok dengan keadaan yang terjadi di masa kini
BalasHapusSangat informatif dan bermanfaat untuk pembacanya
BalasHapusKereen, topik yang diangkat menarik dan menambah wawasan saya, sangat bermanfaat, thank you!
BalasHapusterima kasih info nya, jadi tambah pengetahuan baru ka
BalasHapusTopik yang dibahas bermanfaat sekali
BalasHapusBagus keren
BalasHapustopik diatas sangat bermanfaat bagi kita semua, penjelasan nya juga sangat lengkap dan informatif
BalasHapusterima kasih atas informasinya
BalasHapusSo good
BalasHapus