Kopi Sejuta Jiwa, Menemani Perjalanan Anda

 

Bekasi - Dari tahun ke tahun kopi telah menjadi bagian dalam gaya hidup masyarakat, terutama pada remaja dan orang dewasa. Tidak bisa dipungkiri antusias penikmat kopi setiap tahun sangatlah tinggi, sehingga mendorong para pendiri kedai kopi untuk terus berinovasi selain menjual kopi di kedai kopi atau tempat makan. Sekarang telah ramai penyajian kopi secara keliling dan lebih praktis. Salah satunya kedai kopi lokal "Janji Jiwa" menjadi salah satu pelopor kopi kekinian dan ikut meramaikan inovasi ini dan menghadirkan varian unik yang disebut "Kopi Sejuta Jiwa (KSJ)".

Kopi Sejuta Jiwa dapat ditemukan di berbagai lokasi sekitar kita, ini bertujuan agar para penikmat kopi tidak lagi harus berjauh-jauh untuk pergi ke kedai kopi dan mudah dijangkau apabila sedang berada di  perjalanan. Meskipun berasal dari kedai kopi lokal, tetapi harganya masih sangat terjangkau bagi semua kalangan, mulai dari delapan ribu rupiah hingga sepuluh ribu rupiah saja. 

"Saya mulai berjualan dari pagi hari pukul 10.00 WIB hingga malam hari pukul 19.00 WIB. Saya biasanya berada di lingkungan yang mudah di jangkau seperti dekat dengan sekolah, kampus, perkantoran, hingga jalan raya yang ramai dilalui oleh pengguna jalan." Ujar Penjual KSJ, Irfan.

Untuk cara pembayaran dari KSJ ini sangat mudah dan sudah mengikuti perkembangan zaman. Pembayaran bisa menggunakan tunai dan pembayaran digital. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan yang baik dan rasa nyaman kepada pelanggan KSJ. Irfan selaku penjual KSJ merasakan dengan pasti bagaimana mengelola keuangan sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan. Secara rutin Irfan melakukan pengecekan terhadap pembayaran digital secara bertahap agar catatan keuangan tetap sesuai.

"Sebagai penikmat kopi, saya tertarik untuk membeli produk kopi ini karena rasanya enak, mudah ditemukan di lingkungan kampus, dan harganya yang terjangkau oleh kalangan mahasiswa/i." Ujar Mahasiswi, Daulay, Kamis (14/11).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERAN PERSEPSI DAN SENSASI DALAM PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL DI MEDIA SOSIAL

Menganalisis Unsur- Unsur Semiotika Dalam Iklan Masyarakat Stop Bullying - Universitas Bhayangkara Jakarta Raya - Fakultas Ilmu Komunikasi